Memahami Tubuhmu Setelah Melahirkan

Your Body After Giving Birth: What Changes to Expect

Setelah bayi lahir, tubuh menjalani masa pemulihan. Perubahan ini terjadi secara bertahap, dan setiap ibu mengalaminya dengan cara yang berbeda, baik secara fisik maupun emosional.

Apa itu masa pascapersalinan (postpartum)?

Masa pascapersalinan adalah periode setelah melahirkan ketika tubuh kembali ke kondisi sebelum hamil. Fase ini mencakup sekitar 6 sampai 8 minggu pertama, tetapi proses pemulihan bisa berlanjut hingga berbulan-bulan.

Selama fase ini, rahim menyusut, hormon menyesuaikan diri, dan bagian tubuh lain seperti sistem reproduksi, payudara, dan otot perut juga ikut berubah.

Perubahan fisik yang sering terjadi setelah melahirkan

1. Darah nifas (lokia)

Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah perdarahan setelah melahirkan, yang disebut lokia. Lokia merupakan campuran darah, lendir, dan jaringan dari rahim saat tubuh meluruhkan lapisan yang menebal selama kehamilan.

  • Durasi: biasanya 4 sampai 6 minggu.
  • Warna: dimulai dari merah terang, berubah menjadi merah muda atau cokelat, lalu putih kekuningan saat alirannya berkurang.
  • Lokia adalah bagian normal dari pemulihan. Jika perdarahan sangat deras atau berbau tidak biasa, konsultasikan dengan tenaga medis.

Sumber: Cleveland Clinic, Lochia. Penjelasan lengkapnya ada di Mengenal Pendarahan Lokia Selama Masa Nifas.

Di hari-hari pertama, aliran lokia lebih deras daripada haid biasa, jadi pilih pembalut berdaya serap tinggi seperti UMA Maxi Protection Pads. Panduan per minggu ada di Pembalut untuk Masa Nifas.

2. Rasa tidak nyaman di perineum

Setelah persalinan normal, area perineum (area antara vagina dan anus) bisa terasa nyeri dan bengkak, terutama jika ada robekan yang perlu dijahit.

3. Kontraksi rahim (afterpains)

Saat rahim menyusut kembali ke ukuran sebelum hamil, kamu mungkin merasakan kontraksi yang disebut afterpains. Kontraksi ini sering terasa lebih kuat saat menyusui, karena menyusui melepaskan hormon oksitosin yang membuat rahim berkontraksi.

4. Perubahan perut

Setelah melahirkan, perut masih bisa terlihat seperti sedang hamil untuk beberapa waktu. Otot yang meregang selama kehamilan membutuhkan waktu untuk kembali kencang.

Sebagian perempuan mengalami pemisahan otot perut yang disebut diastasis recti. Celahnya berada di bagian tengah perut, di atas dan di bawah pusar. Latihan tertentu dapat membantu menguranginya.

5. Kulit dan rambut

Perubahan hormon dapat memengaruhi kulit dan rambut. Sebagian perempuan mengalami kerontokan rambut setelah melahirkan, sementara yang lain melihat perubahan tekstur kulit atau munculnya stretch mark.

6. Payudara bengkak dan perubahan lainnya

Setelah melahirkan, payudara bersiap untuk menyusui. Payudara bisa terasa penuh, keras, dan kadang nyeri saat terisi ASI (engorgement). Hal ini biasanya terjadi beberapa hari setelah melahirkan, saat ASI mulai keluar.

Pemulihan membutuhkan waktu

Pemulihan setelah melahirkan berbeda bagi setiap perempuan. Tubuhmu berubah selama sembilan bulan kehamilan, dan juga membutuhkan waktu untuk pulih. Berbagilah dengan sesama ibu baru, dan mintalah dukungan dari dokter, bidan, atau keluarga saat kamu membutuhkannya.

0 comments

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published

***

This article is for informational purposes only, even if and regardless of whether it features the advice of physicians and medical practitioners. This article is not, nor is it intended to be, a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment and should never be relied upon for specific medical advice.

Shop All ↓

Shop Now Shop Now Shop Now